Rabu, 10 Agustus 2016

Bonsai Djogja: Budidaya Bonsai Ficus Adidaya



                Bonsai jenis ficus merupakan jenis bonsai yang tak pernah lekang oleh jaman. Hampir disetiap pameran bonsai, jenis tanaman ini dapat dipastikan selalu ada. Hal tersebut dikarenakan;  jenis tanaman ini sangat mudah untuk dikembangkan, tahan banting dan memiliki pesona/berkarakter khas pohon tropis. Termasuk dalam golongan ficus adalah: beringin/ benjamina, preh/karet/ retusa, loa, amplas, kimeng/microcarpa.
                Kurang lebih 15 tahun yang lalu , tren ficus microcarpa atau kimeng mengalami booming di tanah air. Banyak penghobi mendatangkan jenis bonsai ini dari Taiwan sehingga saat itu harga bonsai jenis ini cukup mahal. Selain karakteristiknya yakni berdaun kecil dan mengkilat jenis ini relative tahan terhadap hama dan penyakit. Seiring perkembangan bonsai di tanah air banyak pembudidaya mengembangkan tanaman jenis ini dengan berbagai upaya agar didapatkan pohon yang berkualitas dan berukuran besar. Untuk mendapatkan bonsai kimeng dengan ukuran besar tidak mudah, diperlukan waktu cukup lama untuk memperoleh ukuran kimeng sebesar galon air keculali dengan cara sambung/grafting dengan bahan dasarnya dari jenis pohon yang lain. Seiring perkembangan, maka untuk membuat bonsai kimeng yang besar sudah tidah terlalu sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Di Ponorogo, Tuban, Klaten, Sragen dan daerah sentra bonsai lainnya tehnik memperbesar pohon kimeng dilakukan dengan beberapa cara, antara lain;
·         Menggabungkan beberapa pohon menjadi satu, cara ini sangat evektif karena kita bisa langsung mendapatkan besaran pohon yang kita inginkan dalam tempo yang tidak terlalu lama (kurang lebih satu tahun). Prasyaratnya adalah kita memiliki pohon yang akan digabungkan dan digabungkan dalam keadaan sehat. Penggabungan bisa dilakukan di dalam pot atau di tanah tetapi akan lebih cepat jika dilakukan ditanah.
·         Menggunakan akar sulur untuk dijadikan batang utama. Cara ini lebih lama dibandingkan dengan cara pertama tetapi kita akan mendapatkan bentuk pohon bonsai yang relative lebih cepat, karena sejak awal sudah bisa dikontrol dan diarahkan  pertumbuhannya. Minimal kita membutuhkan pohon utama sebesar lengan orang dewasa untuk membuat bonsai dengan cara ini agar didapatkan akar serabut yang banyak.
·               Tempel/Grafting, adalah cara lebih cepat lagi untuk mendapatkan jenis bonsai sesuai keinginan kita. Kita bisa memilih jenis pohon yang kita inginkan lalu kita sambungkan ke pohon utama bisa bahan bonsai, bahan setengah jadi atau bonsai jadi sehingga bonsai tersebut berubah daun sesuai dengan keinginan kita. Kelemahannya adalah bagi orang yang sudah paham tentang karakter pohon maka akan kelihatan perbedaan antara pohon asli dengan pohon tempelan karena kulit pohonnya juga berbeda.
Masing-masing cara memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung kita akan memilih cara yang mana tentunya disesuaikan dengan tujuan dan target waktu yang diinginkan.
Berikut ini adalah beberapa bonsai ficus koleksi KIREINA BONSAI hasil budidaya dengan beberapa metode seperti dijelaskan di atas:













Tidak ada komentar:

Posting Komentar