Minggu, 14 Agustus 2016

Bonsai Kemuning: Tips Membentuk dan Merawat

BONSAI KEMUNING 
Tips Membentuk dan Merawat

 

Bonsai kemuning memiliki beberapa keunggulan dibanding dengan jenis bonsai lainnya, yakni: karakter kulit pohon berkerak sehingga mengesankan pohon tua, kaya perantingan dan mudah berbunga. Bunga pohon kemuning sangat semerbak harum baunya. Di Indonesia dikenal ada 2 jenis pohon kemuning yaitu; kemuning lokal/jenar dan kemuning jepang yang biasa digunakan untuk bonsai.
Kemuning (Murraya paniculata) adalah tumbuhan dari famili Rutaceae M. paniculata in flower pots. Kemuning (Murraya paniculata) atau nama sinonimnya Murraya exotica L.; Murraya banati Elm; Chalas paniculata, merupakan tumbuhan tropis yang dapat mencapai tinggi 7 meter dan berbunga sepanjang tahun. Daunnya seperti daun jeruk, cuma berukuran lebih kecil, sering digunakan sebagai tumbuhan hias atau tumbuhan pagar. Bunganya terminal dan harum, petal 12–18 mm, panjang, putih. Buahnya akan berwarna merah sampai oranye jika sudah matang,
Syarat Tumbuh
Tanaman kemuning dapat tumbuh subur di semua daerah baik di dataran rendah maupun tinggi, tanaman ini menyukai tempat yang lembab. Di alam aslinya biasa hidup di pinggir kolam, sungai, danau dan tempat dengan tingkat kelembaban sedang, maka ketika tanaman tersebut dipindah ke pot media terbaik adalah tanah lempung dan kompos yang memiliki porousitas rendah. Untuk mempertahankan kelembaban yang tinggi tanaman ini membutuhkan air yang cukup, maka ketika sudah dipindah ke dalam pot saat musim kemarau penyiraman bisa dilakukan dua kali dalam sehari.
Pemupukan
Untuk mempertahankan kesuburan dan kesehatan tanaman, maka diperlukan perlakuan khusus untuk tanaman kemuning. Pemupukan, bisa dilakukan dengan pupuk kandang dan pupuk kimia, pupuk kandang dapat dilakukan 3 bulan sekali dan untuk pupuk kimia dapat dilakukan sebulan sekali dengan npk dan pupuk daun.
Untuk tanaman kemuning dalam pot sebaiknya dilakukan penggantian media setiap 2 tahun sekali (ketika pertumbuhan kemuning melambat, berarti akar di dalampot sudah penuh) sekaligus dilakukan repoting. Caranya adalah dengan memotong bola akar kurang lebih 5 cm melingkari pohon, lalu tambahkan media sesuai dengan kebutuhan.


Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama utama tanaman kemuning adalah penggerek batang, karena ada di dalam batang  maka pengendaliannya agak sulit. Biasanya batang yang terkena penggerek akan mati layu karena jalur kambiumnya terputus. Kalu diketahui lokasi penggerek maka bisa dilakukan dengan melakukan penyemprotan isektisida pada lobang yang ada penggereknya. Jamur merupakan musuh kedua dari kemuning. Apabila tidak dikendalikan maka jamur akan bersarang di dalam akar pohon karena media kemuning biasanya lembab dan itu sangat disukai oleh jamur. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan melakukan penyemprotan media dengan fungisida.
 Untuk pengendalian hama dan penyakit, dapat dilakukan dengan tindakan preventif melakukan penyemprotan secara majemuk, yakni mencampur pupuk daun, insektisida dan fungisida. Cara ini bisa dilakukan rutin sebulan sekali tanpa harus menunggu tanaman terserang hama dan penyakit.
Budidaya
Perbanyakan tanaman kemuning dapat dilakukan dengan menyemai biji atau cangkokan. Keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan, cara perbanyakan dengan biji memiliki resiko kecil, mudah, murah dan dapat dilakukan dengan jumlah yang banyak, kelemahannya adalah perkembangannya sangat lama. Sementara itu perbanyakan dengan cara dicangkok memiliki kelebihan yaitu pembudidaya langsung dapat memilih batang pohon yang besar untuk dicangkok namun kelemahannya adalah resiko kematian besar dan jumlahnya terbatas.
Untuk dijadikan bahan bonsai, kita bisa memprogramnya sejak kecil di tanah/ground sehingga pembesarannya lebih cepat baru setelah kelihatan bentuk dan besarannya sesuai keinginan bisa dipindah ke pot. Untuk proses pemindahan harus dilakukan dengan cara cangkok akar agar resiko kematiannya kecil.
Tips Pembentukan
Masalah utama dalam membentuk bonsai kemuning adalah, pertumbuhan yang lambat apabila dipindah ke dalam pot, hal tersebut mengakibatkan waktu cukup lama untuk menjadikan sebuah bonsai kemuning. Solusinya adalah dilakukan pembentukan di dalam tanah atau sering disebut ground. Waktu dibutuhkan berbeda-beda tergantung tingkat kematangan diinginkan dan bahan awal yang ditanam. Rata-rata 2-2,5 tahun proses ground dilakukan sampai mencapai bentuk proporsional. Apabila sudah dirasa cukup, maka bonsai bisa dipindah di pot sambil melakukan proses penuaan untuk memperkuat karakter.
Perawatan bonsai kemuning tidak jauh berbeda dengan bonsai jenis lainnya, perbedaannya hanya pada intensitas penyiraman saja. Karena kemuning dapat hidup lebih subur pada kondisi yang lembab maka diusahakan media tanam kemuning menggunakan tanah lempung dan humus yang memiliki tingkat porousitas rendah. Pemupukan dan pengendal;ian hama dan penyakit dapat dilakukan secara berkala sebulan sekali.


Berikut ini adalah beberapa koleksi bahan bonsai kemuning yang ada di Kireina:















Rabu, 10 Agustus 2016

Bonsai Djogja: Budidaya Bonsai Ficus Adidaya



                Bonsai jenis ficus merupakan jenis bonsai yang tak pernah lekang oleh jaman. Hampir disetiap pameran bonsai, jenis tanaman ini dapat dipastikan selalu ada. Hal tersebut dikarenakan;  jenis tanaman ini sangat mudah untuk dikembangkan, tahan banting dan memiliki pesona/berkarakter khas pohon tropis. Termasuk dalam golongan ficus adalah: beringin/ benjamina, preh/karet/ retusa, loa, amplas, kimeng/microcarpa.
                Kurang lebih 15 tahun yang lalu , tren ficus microcarpa atau kimeng mengalami booming di tanah air. Banyak penghobi mendatangkan jenis bonsai ini dari Taiwan sehingga saat itu harga bonsai jenis ini cukup mahal. Selain karakteristiknya yakni berdaun kecil dan mengkilat jenis ini relative tahan terhadap hama dan penyakit. Seiring perkembangan bonsai di tanah air banyak pembudidaya mengembangkan tanaman jenis ini dengan berbagai upaya agar didapatkan pohon yang berkualitas dan berukuran besar. Untuk mendapatkan bonsai kimeng dengan ukuran besar tidak mudah, diperlukan waktu cukup lama untuk memperoleh ukuran kimeng sebesar galon air keculali dengan cara sambung/grafting dengan bahan dasarnya dari jenis pohon yang lain. Seiring perkembangan, maka untuk membuat bonsai kimeng yang besar sudah tidah terlalu sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Di Ponorogo, Tuban, Klaten, Sragen dan daerah sentra bonsai lainnya tehnik memperbesar pohon kimeng dilakukan dengan beberapa cara, antara lain;
·         Menggabungkan beberapa pohon menjadi satu, cara ini sangat evektif karena kita bisa langsung mendapatkan besaran pohon yang kita inginkan dalam tempo yang tidak terlalu lama (kurang lebih satu tahun). Prasyaratnya adalah kita memiliki pohon yang akan digabungkan dan digabungkan dalam keadaan sehat. Penggabungan bisa dilakukan di dalam pot atau di tanah tetapi akan lebih cepat jika dilakukan ditanah.
·         Menggunakan akar sulur untuk dijadikan batang utama. Cara ini lebih lama dibandingkan dengan cara pertama tetapi kita akan mendapatkan bentuk pohon bonsai yang relative lebih cepat, karena sejak awal sudah bisa dikontrol dan diarahkan  pertumbuhannya. Minimal kita membutuhkan pohon utama sebesar lengan orang dewasa untuk membuat bonsai dengan cara ini agar didapatkan akar serabut yang banyak.
·               Tempel/Grafting, adalah cara lebih cepat lagi untuk mendapatkan jenis bonsai sesuai keinginan kita. Kita bisa memilih jenis pohon yang kita inginkan lalu kita sambungkan ke pohon utama bisa bahan bonsai, bahan setengah jadi atau bonsai jadi sehingga bonsai tersebut berubah daun sesuai dengan keinginan kita. Kelemahannya adalah bagi orang yang sudah paham tentang karakter pohon maka akan kelihatan perbedaan antara pohon asli dengan pohon tempelan karena kulit pohonnya juga berbeda.
Masing-masing cara memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung kita akan memilih cara yang mana tentunya disesuaikan dengan tujuan dan target waktu yang diinginkan.
Berikut ini adalah beberapa bonsai ficus koleksi KIREINA BONSAI hasil budidaya dengan beberapa metode seperti dijelaskan di atas:













CATATAN AKHIR : PAMERAN BONSAI BANDUNG JUARA 2016


Ada sesuatu yang menggerakkan hati saya  untuk hadir dan menikmati Pameran Bonsai Bandung Juara 2016. Rencana awal memang penulis tidak akan hadir pada acara tersebut, alasannya karena pekerjaan, banyak hal yang harus diselesaikan bersamaan dengan perhelatan tersebut. Apa daya godaan jiwa semakin besar mendekati hari akhir pameran, alhasil dengan ketetapan hati yang kuat maka berangkatlah ke Bandung menuju Lokasi Pameran Bonsai Bandung Juara.
                Tanggal 7 Agustus 2016 merupakan hari terakhir pameran, dalam hati sebenarnya masih ada kebimbangan biasanya di hari terakhir bonsai pameran sudah tidak komplit karena sebagian sudah diambil pemiliknya. Berharap masih bisa menyaksikan sisa-sisa kemegahan Pameran Bonsai Bandung Juara, akhirnya kebimbangan itu sirna terganti oleh rasa penasaran ingin segera sampai ke lokasi pameran.  Perjalanan ke barat merupakan trip favorit penulis, selain karena jalannya sudah hafal, banyak teman penghobi sepanjang jalan juga karena jalan menuju Bandung sudah semakin baik. Teman terbaik dalam perjalanan adalah kawan-kawan vespamania yang sepanjang jalan dari Jogja sampai Bandung siang dan malam selalu menghidupkan jalan raya, bersahabat, ramai dan anak-anaknya asyik. Berikutnya adalah rombongan touring RX-King beberapa kali sempat menjadi teman dalam perjalanan ini, suara khas mesin dan kenalpot King menjadi penghibur dalam perjalanan, jalanan menjadi hidup.
                Jogja – Tasikmalaya bukan perjalanan yang mudah, apalagi malam hari, selain badan lelah seharian bekerja, trip ini juga sangat ramai oleh mobil pribadi, angkutan umum maupun kendaraan besar pengangkut barang antar kota. Penat memang tapi kalah oleh rasa penasaran ingin menyaksikan pameran bonsai Bandung Juara. Enam jam berlalu sampailah kami di Tasikmalaya, dan Hotel Pertamina (SPBU hehehe…) menjadi tempat istirahat terbaik kami.  Kalau perjalanan kami lancar 2 jam lagi akan sampai di lokasi Pameran.  Setelah dirasa badan segar kembali, kami lanjutkan perjalanan menuju lokasi pameran. Alhamdulillah saat itu cuaca cerah cukup bersahabat dan kondisi lalu lintas lumayan lengang, alhasil sampailah kami di lokasi pameran dengan selamat tepat pukul 08.00 WIB.
                Wow keren, kesan pertama melihat sisi luar dari lokasi acara pameran tersebut. Pameran terletak di tempat parkir Lotte Mart Bandung, tempatnya luas, beraspal sehingga memberi kesan bersih pada lokasi pameran. Selain pengaruh juga dari penataan stand pameran yang cukup baik, sepertinya panitia paham betul dengan keinginan pengunjung pameran dan kepentingan pembursa. Pengunjung yang ingin menikmati pameran tidak akan terganggu dengan aktivitas transaksi yang dilakukan oleh pembursa, demikian juga pembeli bonsai yang akan bertransaksi dengan pedagang bonsai tidak akan merasa terganggu dengan aktivitas pameran bonsai karena lokasi bursa dan pameran dipisahkan oleh lorong dan sekat yang tinggi yang sekaligus berfungsi sebagai background untuk bonsai yang dipamerkan.
Baliho selamat datang menjadi sisi paling menonjol, karena ditaruh paling depan dan dipilih gambar bonsai mascot yang tentu tak asing lagi bagi para penghobi Bonsai Nusantara pada umumnya. Panitia sepertinya sengaja memilih bonsai tersebut, tidak memilih bonsai yang umum, bergaya natural dan khas bonsai yang itu-itu saja tetapi dipilihkan bonsai yang “nyleneh” tetapi “nyeni” agar penikmat pameran berkesan dengan pameran ini. Dari pemilihan bonsai mascot saja, panitia sudah berhasil menyita perhatian pengunjung, setiap ingat pohon ini yang teringat pasti pameran bonsai Bandung…. Keren. Pohon yang beruntung itu adalah pohon sisir koleksi terbaik sang ketua ppbi Bandung, Bapak Tedy.
                Satu jam lebih mengelilingi lokasi pameran melihat satu persatu bonsai yang dipamerkan serasa tidak ada selesainya, banyaknya peserta (konon lebih dari 500 bonsai) menjadikan pameran yang cukup semarak. Semua jenis tanaman ada, segala ukuran, segala bentuk atau gaya serta penampilan yang prima membuat mata tak lelah menikmati bonsai-bonsai tersebut. Keragaman ini memberi isyarat bahwa bonsai Indonesia telah maju pesat menjadi barometer bonsai dunia, dan barometer itu ada di Bandung. Ingin tahu perkembangan bonsai dunia datanglah ke Indonesia, ingin tahu perkembangan bonsai Indonesia datanglah ke Bandung.  Begitulah kira-kira kalau diungkapkan dengan kata-kata.
                Lima tahun lalu Bonsai Bandung seperti mati suri, hidup segan mati tak mau.  Pameran Bonsai Bumi Parahyangan 2010 menjadi perhelatan terakhir, setelah itu vakum sampai 2013. Geliat bonsai Bandung benar-benar terasa setelah era kepengurusan Pak Tedy. Setiap tahun ada pameran, komunitas makin rame, perdagangan makin bergairah, pedagang riang, pembudidaya makin semangat menanam dan pameran menjadi pemicu berputarnya kegiatan bonsai ini. Sukses pameran Bandung adalah buah kerja keras kepengurusan Pak Tedy, rajin silaturahmi ke seluruh PPBI di Indonesia, kecakapan mengelola anggota serta kreativitas beliau. Penulis yakin kalau PPBI pusat memberikan kesempatan pada beliau untuk menjadi nahkoda PPBI maka perkembangan Bonsai Nusantara tinggal menunggu waktu dan itu tidak lama.
                Kembali ke topic awal dech, berikut adalah beberapa dokumentasi pameran Bandung yang sempat kami ambil….


Berikut ini suasana Pameran Bonsai Bandung Juara 2016