Minggu, 16 Maret 2014

Kupa Landak / sysigium caulifora / Jabuticaba / Anggur Brazil

Super Bonsai

Jenis bahan Bonsai yang masih sangat langka, selain karena pertumbuhan yang lambat juga karena hanya ada di daerah-daerah tertentu. Pohon ini selalu berbuah setiap tahunnya, buah sangat banyak dan eksotik karena menempel pada batang Bonsai. Di pasaran harga buah Kupalandak per KG mencapai Rp. 250.000,-.

Kami juga menyediakan Kupalandak dalam berbagai ukuran. Info lebih lanjut hubungi:


KIREINABONSAI

Alamat : Pasekan Kidul RT:01/01, Balecatur, Gamping, Sleman, DIY
Telepon: 0818 0272 1887, e-mail: kireinabonsai@gmail.com














SUPER BLACKPINE

Bonsai Blackpine merupakan idaman setiap penghobby Bonsai. Memiliki Bonsai Blackpine menjadi dambaan bagi setiap orang. Sangat beralasan, karena karisma Blackpine yang sangat ideal sebagai material Bonsai. Kulit batang yang berkerak sehingga mengesankan pohon yang sangat tua dan eksotis, bentuk daun jarum yang kaku dan berwarna hijau gelap memberi kesan seperti  terbuat dari plastik dan sulit dibudidayakan dengan cara cangkok atau stek menjadikan pohon ini sangat sedikit di dunia. Pertumbuhan pohon yang sangat lambat juga menjadi salah satu penyebab kenapa Bonsai Blackpine yang relative besar susah ditemui. Kalu pun ada paling diameter 1-2 cm itupun dengan bentuk yang sangat sederhana mengingat susahnya pembentukan Bonsai Blackpine karena tipikal batang yang sangat keras.
Bagi penggemar Bonsai dimanapun berada, saat ini KIREINA BONSAI memiliki koleksi Bonsai Blackpine dengan diameter cukup besar yakni 5,3 cm, dengan format Bonsai 95% jadi. Bonsai Blackpine ini merupakan koleksi lama salah satu penggiat Bonsai generasi I di Indonesia. Bonsai Blackpine ini diimpor langsung dari Jepang pada tahun 1982. Saat ini Bonsai tersebut dalam kondisi yang sangat subur dan sedikit mengalami reposisi dari posisi sebelumnya untuk mendapatkan kesan Bonsai yang alami. Bonsai ini sudah beradaptasi sangat baik dengan iklim yang ada di Indonesia sehingga tidak terlalu beresiko untuk dipelihara di seluruh wilayah tanah air. Harga yang ditawarkan untuk Bonsai Blackpine yang sangat langka ini dapat menghubungi KIREINA BONSAI setiap saat.

Selain Bonsai Blackpine yang sudah jadi, kami juga menyediakan bibit dan biji siap semai Blackpine dengan harga sangat terjangkau. Untuk yang berniat memiliki Blackpine sebagai koleksi Bonsai, informasi lebih lanjut silahkan hubungi: KIREINA BONSAI setiap saat.







JUNIPERUS CHINENSIS SUPER CHOKAN

    Untuk memenuhi hasrat penggemar Bonsai di manapun berada terhadap Bonsai cemara/juniperus Chinensis dengan diameter batang yang relative besar, kami menyediakan berbagai bentuk pohon cemara chinensis dalam ukuran diameter antara 10-20 cm. Rata-rata pohon tersebut bergaya tegak/chokan.

      Kami juga menyediakan berbagai jenis gaya, ukuran dan jenis cemara lainnya. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

KIREINA BONSAI

Jl. Wates KM 7, Pasekan Kidul RT: 01/01, Balecatur, Gamping, Sleman, DIY
Telp.: 0818 0272 1887 , email: kireinabonsai@gmail.com


Koleksi terbaru :













MENIKMATI SENI BONSAI

Motivasi orang untuk memelihara Bonsai sangat beragam; mulai dari motif hobby seperti memelihara tanaman hias lainnya, motif ekonomi yakni mengharapkan pendapatan dari kegiatan memelihara bonsai, motif eksistensi diri yakni ingin dikenal melalui kegiatan mengkoleksi Bonsai dan motif-motif lainnya. Kesemua motif tersebut bermuara pada alasan yang sama yakni mencari kepuasan.
Puas karena melihat tanaman Bonsainya hidup subur dan menjadi lebih indah, puas karena Bonsai yang dipelihara dibeli orang dengan harga yang relative tinggi, puas karena koleksi Bonsainya diapresiasi oleh orang lain. Kadang kepuasan bisa berlipat-lipat manakala semua motif ada didapatkan dalam kegiatan memelihara Bonsai tersebut, Bonsainya tumbuh subur menjadi lebih baik sesuai keinginan, dibeli orang dengan harga sangat tinggi dan mendapatkan apresiasi oleh banyak orang. Tahapan-tahapan dalam mencapai kepuasan memelihara Bonsai sangat beragam tergantung dari motif pertama yang diinginkan oleh orangnya.
Motivasi orang memelihara Bonsai pun tidak statis, selalu berubah-ubah. Kadang motivasi awalnya adalah sekedar hobby, lalu meningkat menjadi motif ekonomi dan selanjutnya ingin dikenal lebih oleh orang lain karena Bonsainya. Bisa jadi motif ingin terkenal menjadi motovasi pertama seseorang memelihara Bonsai atau motif ekonomi menjadi motif pertama. Tidak ada yang salah dengan motivasi orang dalam hal memelihara Bonsai.
Saat seseorang memutuskan memelihara Bonsai dan sudah tahu motivasinya maka akan lebih mudah bagi orang tersebut dalam menentukan Bonsai pilihannya. Untuk motivasi menyalurkan hobby mungkin bisa dimulai dengan bahan Bonsai yang relative murah, perawatan mudah dan mudah didapatkan. Untuk orang dengan motif ekonomi sebagai dasar memelihara Bonsai maka seseorang harus mempertimbangkan beberapa hal, agar tidak merugi kegiatan memelihara Bonsainya tersebut. Mungkin bisa dipilih bahan Bonsai yang menjadi pilihan orang sepanjang masa misalnya jenis ficus (beringin, preh, kimeng dan lainnya), juniperus (cemara pua, duri, sinensis, sargenti dan lainnya), dan jenis-jenis bahan Bonsai lainnya yang menjadi favorit masyarakat. Juga harus dipertimbangkan harga bahan tersebut, apakah terjangkau untuk konsumen, biaya perawatan selama Bonsai tersebut belum laku, biaya pembentukan dan biaya-biaya lainya. Untuk motif ingin lebih dikenal terkait memelihara Bonsai maka orang yang bersangkutan mungkin akan mengkoleksi Bonsai-Bonsai berkelas yang telah mendapatkan predikat terbaik dalam setiap pameran.
Perkembangan Bonsai di Indonesia cukup baik, demikian juga di dunia. Jika kita bandingkan dengan sepuluh tahun yang lalu, kita bisa membuka buku-buku katalog ataupun buku kenang-kenangan saat pameran maka kita akan melihat perbedaan itu. Bahwa sekarang karya seni Bonsai sudah sangat maju, baik hal gaya, tampilan ataupun asesoris yang dipakai sudah sangat berbeda dengan Bonsai sepuluh  tahun yang lalu. Hal ini tidak terlepas dari maraknya informasi tentang seni Bonsai yang bisa diakses oleh siapa saja, banyaknya penghobi baru serta peran komunitas dalam mengembangkan seni ini. Citra seni Bonsai sebagai hobby eksklusive sudah semakin pudar, siapa saja, dari golongan apa saja bisa menekuni hobby Bonsai. Justru hobby Bonsai dapat menjadi sarana penghubung jalinan sosial antarmasyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, pekerjaan dan lain sebagainya.
Maraknya pameran seni Bonsai di beberapa daerah di Indonesia juga menjadi salah satu faktor berkembangnya seni Bonsai di Nusantara. Tahun 2013, tercatat ada 78 pameran seni Bonsai dari beberapa skala pameran lokal sampai dengan nasional yang diselenggarakan oleh beberapa kelompok seni Bonsai yang ada di Indonesia. Tahun 2014, menjadi tahun yang sangat istimewa bagi masyarakat Bonsai karena pada tahun ini banyak sekali agenda pameran yang dapat disaksikan dan diikuti oleh penggemar Bonsai, baik yang bertaraf lokal, nasional bahkan internasional. Pameran seni Bonsai bertaraf internasional gelaran Kraton Yogyakarta akan dilaksanakan pada tanggal 18 – 21 Oktober 2014 nanti yaitu: International Bonsai Art and Culture Biennale 2014. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di www.internationalbonsaibiennale.com/id dan https://www.facebook.com/groups/197476680426172/
International Bonsai Art and Culture Biennale 2014 akan menjadi acara pameran Bonsai terhebat di seluruh dunia sepanjang masa, karena acara ini memiliki konsep yang sangat berbeda dengan pameran-pameran Bonsai yang sudah ada. Lebih dari 48 negara akan berpartisipasi dalam acara ini. Inilah saatnya kita Bangsa Indonesia menunjukkan pada dunia bahwa kita adalah kiblat estetika dan barometer perbonsaian dunia. Amin
International Bonsai Art and Culture Biennale 2014 merupakan puncak segala motivasi masyarakat dalam kegiatan perbonsaian, semua bisa terlibat, semua bisa mengambil manfaat dan semua dapat menjadi hebat. Untuk wilayah Jogjakarta, Jawa Tengah dan sekitarnya : Proposal, brosur dan informasi lainnya terkait acara International Bonsai Art and Culture Biennale 2014 juga dapat diperoleh di :

KIREINA BONSAI
Jl. Wates KM 7, Pasekan Kidul RT: 01/01, Balecatur, Gamping, Sleman, DIY

Telp.: 0818 0272 1887 , e-mail: kireinabonsai@gmail.com





Wilayah Jawa Barat dan sekitarnya :

Kios Bonsai Engkan Sopian
Cipanas, Puncak, Jawa Barat Telepon: 0818112107




Sabtu, 25 Januari 2014

TIPS PERAWATAN BONSAI CEMARA (juniperus)

RAHASIA PERAWATAN BONSAI CEMARA
KIREINA BONSAI

Seperti jenis pohon Bonsai lainnya, cemara (juniperus) juga membutuhkan perawatan rutinitas agar didapatkan kondisi yang prima pada pohon tersebut. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan perawatan Bonsai cemara adalah sebagai berikut:

Saat pengambilan dari lahan budidaya:
1.   3 bulan sebelum dilakukan pengangkatan, lakukan cangkok akar dulu untuk mengurangi resiko kematian pohon. Saat musim penghujan adalah saat paling cocok melakukan pencangkokan akar
2.      Kurangi cabang,rating, daun yang tidak diperlukan
3.     Pastikan akar serabut telah keluar dan matang (berwarna merah tua cenderung kehitaman) sebelum pohon tersebut diangkat
4.     Taruh ditempat yang teduh sampai kondisi pohon benar-benar sudah sehat. Biasanya butuh 1-2 bulan sampai pohon benar-benar siap ditaruh ditempat panas
5.      Gunakan pot yang agak besar untuk menyehatkan pohon.
6.      Berikan Fit B 1 komplek dan rooton (perangsang akar), dengan menyemprotkan di media, batang dan daun untuk mengurangi stress dan merangsang pertumbuhan akar lebih banyak.


Berikut foto-foto bahan bonsai pada saat pengambilan dari lahan budidaya:











Masa Training
Pada masa training perawatan Bonsai cemara tidak jauh berbeda dengan jenis pohon lainnya, beberapa hal perlu diperhatikan pada masa ini adalah:
1.      Pastikan pohon cemara benar-benar sehat sebelum dilakukan training, cirinya adalah antara lain: warna daun cerah/mengkilat, daun kalau dipegang terasa kaku dan kulit batang terasa berair/tidak kering.
2.      Dua hari sebelum dilakukan training, jangan lakukan penyiraman pada pohon agar saat dilakukan proses penekukan yang ekstrim pohon lebih lentur dan tidak terlalu keras/getas
3.   Pasca dilakukan training, taruh pohon ditempat teduh (dibawah paranet 60%) sampai benar-benar kondisi pohon sehat
4.      Tetap dilakukan penyiraman seperti biasanya, hanya dikurangi intensitasnya
5.      Hentikan pemupukan, pencegahan hama dan penyakit dengan pupuk/obat kimia selama proses ini, karena biasanya ketika pohon belum fit pemberian pupuk dan obat-obatan kimia tidak terlalu efektif
6.      Berikan Fit B 1 komplek, dengan menyemprotkan di media, batang dan daun untuk mengurangi stress
7.      Biasanya butuh waktu 1 (satu) bulan  untuk proses ini , sampai pohon benar-benar siap untuk ditaruh ditempat panas lagi.

Berikut foto-foto pada saat masa training:

















Masa  Pemeliharaan
Pada saat pemeliharaan harian, sesuai karakteristiknya yang membutuhkan kelembaban tinggi maka ada beberapa hal yang perlu di perhatikan:
1.      Media tanam, campuran tanah lempung, kompos, pasir malang (pecahan batu-bata), sekam dan pupuk kandang halus komposisi, 1:1:1:1:1, campur dengan 1 sendok makan furadan untuk mencegah cacing dan jasat renik lainnya
2.    Lakukan penyiraman 2 kali dalam sehari bila musim kemarau, saat musim penghujan pastikan bahwa air dalam pot tidak tergenang (porositas)
3.   Pemupukan dengan pupuk kimia (tergantung kebiasaan), di Kireina Bonsai pemupukan dan pencegahan hama penyakit dilakukan dua minggu sekali dengan cara penyemprotan pada media, batang dan daun. Dilakukan secara majemuk / sekaligus (pupuk, fungisida (penjegahan jamur), insektisida (penjegahan hama/serangga) untuk merek biasanya kami gunakan (antonik, antakrol dan curalcron)
4.    Pencegahan cacing dan jasat renik pada media tanam, kami menaburkan furadan pada media dengan dosis 1 sendok teh pada setiap pot.
5.  Kelembaban yang tinggi pada media tanam biasanya menimbulkan lumut dan jamur, kami melakukan penyikatan rutin 1 bulan sekali  pada batang, cabang dan ranting Bonsai untuk menghidarinya.
6.      Penyiangan (menghilangkan) gulma (tanaman pengganggu) pada media tanam dilakukan setiap saat, saat terlihat gulma pada tanaman Bonsai.
7.     Khusus untuk Bonsai cemara dengan deadwood atau keringan kayu mati, perawatan lebih ekstra yakni satu bulan sekali dilakukan penyikatan agar tidak tumbuh jamur dan pemberian obat sulfur untuk mengurangi pelapukan pada kayu mati.

Berikut foto-fotonya:















Menampilkan Bonsai saat Pameran/Kontes
            Pada saat kontes maka kita akan menampilkan pohon terbaik dan kondisi terbaik pula agar dapat bersaing dengan Bonsai peserta lainnya. Kelebihan Bonsai cemara yang evergreen dan menyejukan sebenarnya sudah menjadi nilai tambah untuk jenis tanaman Bonsai ini disbanding lainnya. Namun begitu ada beberapa hal penting diperhatikan agar Bonsai cemara kita tampil optimal, antara lain:
1.   Pastikan pot telah sesuai dengan bentuk dan besaran pohon. Tidak harus keramik mahal tetapi pot harus harmonis dengan pohon yang akan ditampilkan
2.    Gunakan asesoris pendukung (lumut, patung, tak-takan, background dll) untuk mendukung penampilan pohon tersebut
3.      Pastikan pohon dalam kondisi yang sehat saat kontes sehingga penampilannya lebih menarik
4.  Tata kembali pohon kita sebelum kita meninggalkan arena kontes, karena beberapa hal bisa terjadi kerusakan pada saat proses pengangkutan ke tempat kontes

Berikut foto-fotonya:











=== semoga bermanfaat ====