Minggu, 16 Maret 2014

MENIKMATI SENI BONSAI

Motivasi orang untuk memelihara Bonsai sangat beragam; mulai dari motif hobby seperti memelihara tanaman hias lainnya, motif ekonomi yakni mengharapkan pendapatan dari kegiatan memelihara bonsai, motif eksistensi diri yakni ingin dikenal melalui kegiatan mengkoleksi Bonsai dan motif-motif lainnya. Kesemua motif tersebut bermuara pada alasan yang sama yakni mencari kepuasan.
Puas karena melihat tanaman Bonsainya hidup subur dan menjadi lebih indah, puas karena Bonsai yang dipelihara dibeli orang dengan harga yang relative tinggi, puas karena koleksi Bonsainya diapresiasi oleh orang lain. Kadang kepuasan bisa berlipat-lipat manakala semua motif ada didapatkan dalam kegiatan memelihara Bonsai tersebut, Bonsainya tumbuh subur menjadi lebih baik sesuai keinginan, dibeli orang dengan harga sangat tinggi dan mendapatkan apresiasi oleh banyak orang. Tahapan-tahapan dalam mencapai kepuasan memelihara Bonsai sangat beragam tergantung dari motif pertama yang diinginkan oleh orangnya.
Motivasi orang memelihara Bonsai pun tidak statis, selalu berubah-ubah. Kadang motivasi awalnya adalah sekedar hobby, lalu meningkat menjadi motif ekonomi dan selanjutnya ingin dikenal lebih oleh orang lain karena Bonsainya. Bisa jadi motif ingin terkenal menjadi motovasi pertama seseorang memelihara Bonsai atau motif ekonomi menjadi motif pertama. Tidak ada yang salah dengan motivasi orang dalam hal memelihara Bonsai.
Saat seseorang memutuskan memelihara Bonsai dan sudah tahu motivasinya maka akan lebih mudah bagi orang tersebut dalam menentukan Bonsai pilihannya. Untuk motivasi menyalurkan hobby mungkin bisa dimulai dengan bahan Bonsai yang relative murah, perawatan mudah dan mudah didapatkan. Untuk orang dengan motif ekonomi sebagai dasar memelihara Bonsai maka seseorang harus mempertimbangkan beberapa hal, agar tidak merugi kegiatan memelihara Bonsainya tersebut. Mungkin bisa dipilih bahan Bonsai yang menjadi pilihan orang sepanjang masa misalnya jenis ficus (beringin, preh, kimeng dan lainnya), juniperus (cemara pua, duri, sinensis, sargenti dan lainnya), dan jenis-jenis bahan Bonsai lainnya yang menjadi favorit masyarakat. Juga harus dipertimbangkan harga bahan tersebut, apakah terjangkau untuk konsumen, biaya perawatan selama Bonsai tersebut belum laku, biaya pembentukan dan biaya-biaya lainya. Untuk motif ingin lebih dikenal terkait memelihara Bonsai maka orang yang bersangkutan mungkin akan mengkoleksi Bonsai-Bonsai berkelas yang telah mendapatkan predikat terbaik dalam setiap pameran.
Perkembangan Bonsai di Indonesia cukup baik, demikian juga di dunia. Jika kita bandingkan dengan sepuluh tahun yang lalu, kita bisa membuka buku-buku katalog ataupun buku kenang-kenangan saat pameran maka kita akan melihat perbedaan itu. Bahwa sekarang karya seni Bonsai sudah sangat maju, baik hal gaya, tampilan ataupun asesoris yang dipakai sudah sangat berbeda dengan Bonsai sepuluh  tahun yang lalu. Hal ini tidak terlepas dari maraknya informasi tentang seni Bonsai yang bisa diakses oleh siapa saja, banyaknya penghobi baru serta peran komunitas dalam mengembangkan seni ini. Citra seni Bonsai sebagai hobby eksklusive sudah semakin pudar, siapa saja, dari golongan apa saja bisa menekuni hobby Bonsai. Justru hobby Bonsai dapat menjadi sarana penghubung jalinan sosial antarmasyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, pekerjaan dan lain sebagainya.
Maraknya pameran seni Bonsai di beberapa daerah di Indonesia juga menjadi salah satu faktor berkembangnya seni Bonsai di Nusantara. Tahun 2013, tercatat ada 78 pameran seni Bonsai dari beberapa skala pameran lokal sampai dengan nasional yang diselenggarakan oleh beberapa kelompok seni Bonsai yang ada di Indonesia. Tahun 2014, menjadi tahun yang sangat istimewa bagi masyarakat Bonsai karena pada tahun ini banyak sekali agenda pameran yang dapat disaksikan dan diikuti oleh penggemar Bonsai, baik yang bertaraf lokal, nasional bahkan internasional. Pameran seni Bonsai bertaraf internasional gelaran Kraton Yogyakarta akan dilaksanakan pada tanggal 18 – 21 Oktober 2014 nanti yaitu: International Bonsai Art and Culture Biennale 2014. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di www.internationalbonsaibiennale.com/id dan https://www.facebook.com/groups/197476680426172/
International Bonsai Art and Culture Biennale 2014 akan menjadi acara pameran Bonsai terhebat di seluruh dunia sepanjang masa, karena acara ini memiliki konsep yang sangat berbeda dengan pameran-pameran Bonsai yang sudah ada. Lebih dari 48 negara akan berpartisipasi dalam acara ini. Inilah saatnya kita Bangsa Indonesia menunjukkan pada dunia bahwa kita adalah kiblat estetika dan barometer perbonsaian dunia. Amin
International Bonsai Art and Culture Biennale 2014 merupakan puncak segala motivasi masyarakat dalam kegiatan perbonsaian, semua bisa terlibat, semua bisa mengambil manfaat dan semua dapat menjadi hebat. Untuk wilayah Jogjakarta, Jawa Tengah dan sekitarnya : Proposal, brosur dan informasi lainnya terkait acara International Bonsai Art and Culture Biennale 2014 juga dapat diperoleh di :

KIREINA BONSAI
Jl. Wates KM 7, Pasekan Kidul RT: 01/01, Balecatur, Gamping, Sleman, DIY

Telp.: 0818 0272 1887 , e-mail: kireinabonsai@gmail.com





Wilayah Jawa Barat dan sekitarnya :

Kios Bonsai Engkan Sopian
Cipanas, Puncak, Jawa Barat Telepon: 0818112107




Tidak ada komentar:

Posting Komentar